Wednesday, August 24, 2011

Bukan Hanya Jepit


Tok tok tok. Itu bunyi sepatu berhak, jenis apapun, laki-laki atau perempuan.

Plop plop plop, biasa jadi juga, nyet nyet nyet, dan kriet kriet kriet. Bisa jadi sendal jepit.
Sebagian besar berasal dari karet. Sebagian lagi bukan.

Tapi coba jawab, sendal jepit apa yang paling banyak dijual? Mulai dari yang paling murah sampai paling mahal.
Karet! Tentu saja.

Baiklah,terus apa hubungannya?

Begini loh. Tandanya manusia-manusia lebih banyak memilih, memakai dan membeli sendal jepit karet. Dia memang nyaman dipakai. Mudah digunakan dan kau bisa menyebutkan berbagai macam alasan lagi mengapa manusia menyukai sendal jepit,terutama karet.

Kau juga bisa menemukan dia dimana-mana. Selain (seharusnya) di hotel-hotel bintang lima, kantor-kantor, tempat-tempat formal. Kau tidak akan diterima masuk ke tempat-tempat itu bersama si jepit. Kau akan disamakan dengan sendal jepit. Tidak pantas untuk masuk tempat-tempat seperti itu.
Tidak level, bahasa awamnya.

Hei, tapi jangan salah. Kau akan menemukan si jepit di tempat dimana sepatutnya dia tidak boleh ada disitu. Bukan karna dia jepit, bukan karna dia karet. Tapi karna tak layak berkasut di situ.

Di muka kubah bertaburan jepit. Tiap pemilik menanggalkan kasutnya. Tidak sopan kata mereka.

Di batu-batu candi jg bersih. Mereka terbiasa tanpa alas kaki.

Di bawah menara lonceng tak ada jejeran jepit. Namun, apakah tak ada jepit disana?

Aku memang tak meneliti di bawah kubah dan batu candi. Tapi di bawah menara lonceng ini semuanya terlihat.

Jari jemari kaki berteriak kesenangan, ribut, menikmati aliran udara bebas dan ruang bergerak. Mereka menjadi liar dan berisik. Aku heran, bukankah berada di bawah menara lonceng itu bearti kau datang untuk berlutut, menikmati dentangnya, cahaya yg menerobos kisi-kisi jendela? Kalau benar begitu, kenapa kau biarkan jemarimu berisik?

Kalau jemari kakimu saja tidak bisa kau kekang, bagaimana kau kekang dirimu dan menundukkan diri di bawah lonceng?

Apa sebegitu pentingkah aliran udara nyaman dan ruang bebas bagi jemari kakimu?
Lebih pentingkah dari ketaklukan terhadap tuanmu?

Dulu leluhurmu harus melepaskan alas kakinya, sekarang kau hanya diminta menunjukkan sikap hati.

Sikap hati macam apa yg kau tunjukkan dengan berulang kali memakai jepit itu ketika kau mengalunkan nada-nada dentang lonceng itu?

Adakah pembelaanmu?

Pada akhirnya ini bukan sekedar masalah sendal jepit. Ini jauh lebih penting dari masalah sebuah alas kaki. Ini masalah hati.

Apa yang kau pakai (bahkan alas kakimu) seharusnya juga bisa meneriakkan apa yang ada dalam hatimu.
Kalau hatimu penuh hormat, kau tau apa yg harus kau pakai sebagai wujud penghormatan.

Jadi, apa alas kakimu?


Catatan:

Aku adalah pemakai sendal jepit. Tapi aku bukan pencinta sendal jepit.
Jepit tidak baik bagi kesehatan, karena dia tidak sesuai dengan kontur kaki.
Manusia memang sering menyukai apa yang tak baik untuknya.

Saya (masih) Sakit


Dulu aku pernah jatuh di atas jalan berbatu.
Ntah aku didorong atau terdorong. Yang manapun itu, intinya aku pernah berjalan di jalan batu.Itu yang musti ditanyakan.

Kenapa aku berjalan di jalan batu? Sudah pasti suatu waktu aku akan terjatuh ketika aku berjalan.

Kalau aku berjalan di jalan rumput, mungkin ketika aku jatuh tidak akan sesakit ketika jatuh di jalan batu.

Ah, mengapa aku berada di jalan batu itu? Sudah barang tentu aku yang membiarkan diri berada di jalan itu. Ntah dipaksa, terpaksa atau memaksa diri.

Lalu, aku merasa sakit.
Ketika aku jatuh dan sakit, aku lalu menyalahkan batu-batu.

Kenapa mereka menghalangi jalanku?

Kenapa batu-batu sialan ini harus membuat aku sakit?

Siapa yang mendorongku jatuh di atas batu-batu itu?

Kenapa dia mendorongku?Kenapa aku dibiarkan jalan di jalan batu?

Kenapa aku harus sampai berdarah gara-gara batu itu?

KENAPA, KENAPA, KENAPA....AKU SAKIT???!!!


Lalu dalam kesakitan klasik itu, aku menangis, meratap, berontak, menendang, meninju, berteriak, memukul, memaki.

Sampai pada titik absolut, ketika semua partikel dalam tubuh sudah menyerah, ketika semua emosi terkuras seperti bak mandi.


Lalu aku diam.
Menatap kosong pada luka yang menganga, berdarah.

Seketika itu juga aku tersadar. Apa pun yang kulakukan aku tetap terluka dan berdarah.
Aku (masih) merasakan sakit dan cuma aku yang bisa merasakan semuanya itu.

Memang banyak yang menemaniku saat itu.

Ada nona hati yang menemani dalam diam (karena dia juga pernah terjatuh dan tahu rasanya).

Ada otak yang terus menerus bersuara menemani (sehingga aku tidak terlalu berasa sunyi).

Ada mr.rain yang sesekali bertandang menyentuh kulitku (memberikan kesegaran).

Ada bapak bayu yang bernafas perlahan menepis debu-debu (dari luka).

Ada sepatu coklat yang tergeletak disamping jalan (memberikan perlindungan buat kaki untuk sementara).

Ada motor berplat B yang melewati jalan yang sama (memberikan tumpangan).

Ada para pengembara yang sesekali berpapasan denganku di tengah jalan (berbagi cerita).


Selama ini mereka selalu ada disepanjang jalanku di jalan berbatu itu, namun aku mengacuhkannya.

Aku terlalu takjub dengan rasi bintang itu. Tak lepas mataku mengikutinya.
Ketika itulah aku tidak melihat yang lain.
Waktu aku terjatuh, aku terpaksa mengalihkan pandanganku sejenak dari rasi.

Sakit memang, tapi karena itu aku bisa melihat yang lain.

Ketika aku sudah berdamai dengan rasa sakit itu dan melihat sekelilingku, maka aku melihat lagi sekeping keajaiban yang selalu muncul di malam hari.

Kepingan yang ternyata sudah lama sekali tidak ku lihat. Bukan karna dia bersembunyi atau disembunyikan.
Aku yang tidak melihatnya.
Karna aku hanya melihat rasi. Sesederhana itu.

Ketika aku menengadahkan kepalu melihat kepingan keajaiban itu, aku menangkap siluet pohon di atas bukit.

Pohon tua bijak yang diam dalam jalinan akar-akarnya, kerutan-kerutan kulitnya, dan kekokohan batangnya.

Dibaliknya ada seonggok rumah kayu sederhana kelabu.

Menarik sekali. Aku ingin mendekati mereka.

Lalu tanpa tendeng aling-aling, ku gerakkan kakiku.


Apa aku bisa berjalan lagi setelah jatuh, luka dan berdarah?
Ya, karna tulangku tidak patah.


Apa aku tidak merasakan sakit lagi?
Tidak, aku masih bisa merasakan perihnya setiap gerakan itu.


Apa luka itu berhenti berdarah?
Tidak, dia tetap berdarah ketika bersenggolan dengan yang lainnya.


Apa aku berada dijalan yang empuk?
Tidak.sekali-kali tidak. Karena jalan menuju pohon dan rumah dibukit harus melewati jalan batu ini.


Apakah aku (masih) sakit?
Ya, AKU (masih) SAKIT

Tanpa tanda titik. Karena aku masih berjalan ke arah pohon dan rumah.

Dan faktanya memang aku masih sakit.Aku akan sampai ke pohon dan rumah. Untuk saat ini rasa sakit sudah tidak terlalu ku pedulikan. Karena aku ingin secepatnya sampai.


*sementara aku (sendiri tanpa otak) masih tumbang akibat perubahan cuaca ekstrim.

Apakah Kamu Mencintaiku? - kartu yang terlambat datang


Ya ya ya. Hari kasih sayang sudah tiba.
Coklat,kartu,boneka,bunga,makan malam romantis,bertebaran dimana-mana.
Kata-kata 'aku sayang kamu' tersebar dalam banyak bahasa dan simbol.
Tanpa mengurangi makna dan tidak bermaksud meniadakan semua hal diatas, pertanyaan berikut tetap ada ditulisan ini.

APAKAH KAMU MENCINTAIKU?

Beberapa orang terlihat meninggalkan pos pelayanannya untuk duduk bersama pasangannya pada saat kotbah. Sementara tetap duduk manis disana ketika datang beribadah sendiri atau pasangannya tidak hadir.

Beberapa yang lain selalu hadir dalam berbagai pembinaan, persekutuan, ibadah ketika pasangannya ada. Sementara tidak terlihat batang hidungnya ketika salah satu dari mereka tak ada.

Beberapa yang lain berikutnya aktif melayani di berbagai acara, kepanitiaan, grup misi ketika sedang 'membidik' calon pasangan. Sementara urut tiba-tiba seperti tanda awal tsunami ketika sang calon sudah 'terpanah'.

Beberapa yang lain sibuk menampilkan aktivitas kasih berlebihan di depan publik dengan pasangannya. Sementara mati kutu di depan publik seperti patung ketika pasangannya tidak ada.

Pasangan menjadi belahan jiwa yang teramat penting. Jika dia tidak ada, maka tak berfungsilah kita sebagai manusia.

Jika dia ada, maka kita (rentan) menjadi tidak berfungsi sebagai manusia.Itulah yang terjadi ketika manusia jatuh cinta.

Bukankah manusia harus memenuhi tujuan (fungsi) hidupnya?
Memuliakan Allah dan menikmati-Nya.

Jika kemudian TUHAN dapat digeser oleh pasangan, maka baca lagi pertanyaan berikut.

APAKAH KAMU MENCINTAIKU?

Jika pasangan yang bertanya sudah pasti jawabannya ya.
Jika TUHAN yang bertanya, apa jawabmu?

Bila kau benar-benar sayang padaku
.Bila kau benar-benar cinta.
Tak perlu kau katakan semua itu, cukup tingkah laku.
Sekarang apalah artinya cinta, bila hanya dibibir saja.
Cinta itu bukanlah main-mainan, tapi pengorbanan.

Ya, cinta memang bukan apa2 jika hanya di bibir. Cinta memang perlu dinyatakan. Dalam perkataan, pikiran, dan tindakan.

Alkitab menjadi bukti perkataanNya.
Kayu silang sudah menjadi bukti tindakanNya.

Jadi apa jawabmu, APAKAH KAU MENCINTAIKU?

Pikirkan, ucapkan, dan kerjakan.

Tuesday, December 21, 2010

Kepala Keras Kepala

Ya,aku memang keras kepala.
Karena aku keras kepala makanya aku menolak untuk menyerah, walau berdarah-darah sekalipun.

Walau angin ribut bergemuruh, bongkahan-bongkahan hujan es merobek kulit, suara petir membuat telinga berdenging, debu berputar membutakan mata, jalan-jalan menjadi licin, aku tetap akan menari dibawahnya.


Ya,aku memang keras kepala.
Dan aku bangga akan itu. Tanpa si keras kepala,aku pasti sudah akan lari ke penjuru-penjuru kotak kaca.
Menempatkan diri di salah satu sudutnya. Duduk manis menikmati kevakuman suara dan hiruk pikuk dunia.

Duduk meringkuk sambil menonton apa yang dilakukan orang-orang itu.


Ya,aku memang keras kepala.
Karena aku keras kepala makanya aku masih ada disini, bukan di kotak kaca.

Masih menulis, mencoba meninggalkan goretan-goretan jejak.


Aku menolak mengalah padanya.

Pada ketidakadilan. 
Pada sistem bobrok.
Pada sikap permisif dan apatis.
Pada sikap seenak jidat.
Pada sikap penguruh.
Pada sikap tidak tanggung jawab.
Pada penggampangan segala sesuatu.
Pada penfitnahan.
Pada pengambilan keputusan sepihak.
Pada pembodohan.
Pada pemerasan.
Pada para pencuri.

Dan di atas semuanya itu pada KEMUNAFIKAN.


Ya, aku memang keras kepala.
Kalau kepalaku tidak keras, aku tidak melindungi otak.
Tanpa otak sama saja aku mati, tak bisa lagi berfungsi.


Ya, aku memang keras kepala.
Dan aku terus begitu sampai selesai tugasku di sini. Dunia lengkap dengan 5 benua, 2 samudra dan segala kontradiksi di dalamnya.


Aku akan terus keras kepala
sampai pada akhirnya aku sampai di ujung penantian, karena hidup ini adalah cerita penantian

Tuesday, April 6, 2010

Pelajaran Hidup (se)Batang Pohon

I wait on God to bring to pass what he has promise me
and as I wait, I rest in faith for what I can not see

For in His way, He will provide
At just the perfect time
Everything that's good and right

For in His way, He will provide
To bless this life of mine

song by : Djohan E. Handojo



Butuh 5 cerita untuk bisa mengingatkanku kembali pada perjalanan awal dari aku dan otak.
Kami memulai perjalanan kami dengan suatu pengakuan. Tak bisa kami lihat apa yang ada di depan, tak bisa kami memantapkan langkah kami. Keraguan yang sama seperti yang dialami oleh ruby dan sepatucoklat. Teriakan putus asa setetes embun yang tidak bisa menghalau teriknya mentari yang menguapkan dirinya juga kami rasakan. Tak tahan kami dengan semuanya itu.

Badan kami mulai bereaksi. Banyak hal yang bisa kami tipu, kamuflase, manipulasi, tapi tidak badan kami. Cuma dia yang tidak dapat dibodohi dengan berbagai harapan palsu. Cuma dia yang tetap berteriak dengan lantang atas semua kejadian yang menimpa diri kami.

Yah, hanya dia yang tak bisa kami kuasai. Hanya dia yang membuat aku dan otak takluk pada kondisi. Dia juga yang membuat kami terkurung dalam rumah.

Aku dan otak harus mulai bisa memaksa badan untuk tetap bertahan atas semuanya itu. Roh memang penurut tapi daging itu lemah. Itulah aku dan otak. Kami tidak bisa berbuat terlalu banyak pada daging. Tapi kami menolak untuk menyerah hanya karna kelemahan daging.

Daging terlalu banyak menuntut pembuktian, penglihatan, perasaan, perabaan, sentuhan. Tak bisa dia duduk tenang menanti.

'Lihatlah pohon diluar rumah kita itu daging. Lihat. Lihatlah dia tanpa kenal lelah terus berdiri teguh disana. menjalankan tugasnya, bertumbuh, tak peduli musim berganti, tak ada lagi daun yang menutupi ketelanjangan dan keburukan kulitnya, ia tetap disana. Coba kau tebak, apa yang sedang dinantinya. Apa yang bisa dilihat olehnya. dia tidak bisa melihat terlalu jauh dari tempat dia berpijak. dia juga hanya bisa mendengar apa yang angin sampaikan padanya. Tapi seperti yang kau lihat. Dia tidak pernah sekalipun meragukan tugasnya. Apapun yang terjadi didepan dan sekitarnya tak pernah luput dari dia. Dari situlah dia belajar mendengar dari banyak suara dan banyak keheningan.' kata otak.

Aku dan otak belajar banyak dari pohon. tentang cara bertahan hidup, menjalani hidup, berbicara pada sora, mendengarkan "suara-suara", mengamati dan selalu ada buat hati-hati yang terpanah.

Pada akhirnya aku dan otak sadar. Pohon bukannya bodoh berdiri disana seorang diri tanpa beranjak. Dia tidak bodoh. Dia tidak HANYA berdiri.

Dia menanti. ya, dia menanti. Bukan menanti dengan duduk manis. Tidak sekali-kali tidak. Dia bekerja. Setiap sel dari dirinya bekerja, bernafas, bertumbuh.

Para pemanah sering menjadikannya tempat berlatih. Tak terhitung berapa banyak lubang yang ada. Tapi pohon tidak mati hanya karna panah itu. Hati yang terpanah, belajarlah dari pohon. Janganlah kau mati karna kehabisan darah. Kau tidak akan mati. Kau akan terus hidup selama kau belajar dari pohon. Berfungsilah. Pompalah darah lebih banyak supaya kau tidak kehabisan darah karna panah itu. Berfungsilah sebagaimana kau telah diciptakan. Hanya itulah satu-satunya cara. Hanya itulah tujuanmu hidup dan diciptakan.

teruslah HIDUP!!!!!

Sunday, March 28, 2010

hati yang terpanah dan genangan merah mereka

Closed off from love
I didn't need the pain
Once or twice was enough
And it was all in vain
Time starts to pass
Before you know it you're frozen

But something happened
For the very first time with you
My heart melts into the ground
Found something true
And everyone's looking round
Thinking I'm going crazy

But I don't care what they say
I'm in love with you
They try to pull me away
But they don't know the truth
My heart's crippled by the vein
That I keep on closing
You cut me open and I

Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
I keep bleeding
I keep, keep bleeding love
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
You cut me open

Trying hard not to hear
But they talk so loud
Their piercing sounds fill my ears
Try to fill me with doubt
Yet I know that the goal
Is to keep me from falling

But nothing's greater than the rush that comes with your embrace
And in this world of loneliness
I see your face
Yet everyone around me
Thinks that I'm going crazy, maybe, maybe

But I don't care what they say
I'm in love with you
They try to pull me away
But they don't know the truth
My heart's crippled by the vein
That I keep on closing
You cut me open and I

Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
I keep bleeding
I keep, keep bleeding love
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
You cut me open

And it's draining all of me
Oh they find it hard to believe
I'll be wearing these scars
For everyone to see

I don't care what they say
I'm in love with you
They try to pull me away
But they don't know the truth
My heart's crippled by the vein
That I keep on closing
You cut me open and I

Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
I keep bleeding
I keep, keep bleeding love
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
You cut me open and I

Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
I keep bleeding
I keep, keep bleeding love
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
You cut me open and I
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love


song (that i've never heard before) from leona lewis


hmmmm. kalian pasti pernah menonton adegan pembunuhan dengan tusukan bukan? ntah di serial tivi, layar lebar, perak, atau siaran langsung sekalipun. nah, pastinya gampang sekali buat kalian untuk menjawab pertanyaan dari otak kali ini?

Q: jika korban mengalami luka tusuk hal apa yang bisa dilakukan untuk mempercepat kematiannya?

...ayo lah, gampang sekali itu.

yang perlu kau lakukan hanyalah mencabut benda apapun yang menancap.lakukan itu dan dalam hitungan detik kau akan dapatkan kematian instant.

lalu marilah kita kembali sejenak pada hati-hati yang terpanah diluar sana.
lihat, mereka tertancap oleh sesuatu bukan. ituloh, panah...
jadi menurut kalian apa yang kita harus lakukan dengan hati-hati yang terpanah itu.

jelas, mereka sedang dalam kondisi tertancap panah.
jelas, mereka masih berkubang dalam genangan merah yang selalu keluar dari sela-sela bagian yang tertancap itu.
jelas, mereka butuh pertolongan.
jelas, mereka akan mati kehabisan darah jika pendarahan itu tidak dihentikan.

aku dan otak ingin sekali menolong mereka. tak tahan lagi aku dan otak melihat (langkah terseok-seok yang diseret di hamparan ladang itu), mendengar (deritan seretan kaki dan gesekan denting mata panah), mencium (bau amis darah yang terus mengucur tiada henti walau setetes demi setetes), merasa (hangatnya genangan merah itu disela-sela jari kaki dan tangan aku dan otak ketika aku dan otak keluar berjalan-jalan diladang itu).

aku dan otak tahu pasti kalau hati yang terpanah itu pasti sudah teramat lemas, tak bertenaga, tak cukup lagi darah yang mengalir disekujur tubuhnya agar dia tetap bisa berfungsi.
bagaimanapun sebuah hati berfungsi memompakan darah.

otak berputar dengan sangat keras untuk bisa memecahkan masalah ini.
jika panah itu tetap tertancap, maka hati yang terpanah akan kehabisan darah, cepat atau lambat.
jika panah itu dicabut, jelas kematian instant akan segera tersaji.

jadi, manakah yang baik dan benar untuk dilakukan?

awas...ternyata selagi aku dan otak sedang berpikir keras tentang nasib hati yang terpanah, pencuri harapan berkeliaran disekitar. mereka berbisik dengan tipis tapi tajam dengan berbagai suara.kalau kau dapat mendengarnya pasti kau juga tidak akan tahan. suara mereka bagaikan dengung lebah yang tak putus-putus.

pencuri harapan ini berbeda dengan pencuri janji. pencuri harapan tidak dapat kau bendung dengan tembok rumahmu. mereka itu bayu. tidak ada yang bisa menghalangi, mengetahui, membendung bayu pergi. mereka pergi kemana saja mereka mau.

kali ini aku akan bercerita tentang pencuri harapan, bukan pencuri janji, mereka berbeda. tentang pencuri harapan, akan kuceritakan kali lain, karena pencuri janji ini spesial. sangat spesial.

pencuri harapan mulai merangsek masuk ke dalam rumah aku dan otak. tidak dapat dilawan kehadirannya. dia telah ada didalam. pohon hanya bisa melihat dari luar rumah, melambai-lambai ditiup oleh bayu. yah, pohon juga tidak bisa luput dari pencuri harapan. tapi berbeda dengan aku dan otak yang beku karena hembusan bayu pencuri harapan, pohon tetap berdiri dengan gagahnya diluar sana.

apakah dia tertiup bayu pencuri harapan?
iya, malah tidak ada sejengkalpun dari badannya yang tidak terkena tiupan.

apakah dia merasakan kebekuan sama seperti aku dan otak?
iya, kau bisa lihat dari pucuk-pucuk daunnya yang mulai diselimuti oleh lapisan es.

apakah dia kalah dengan bayu pencuri harapan?
TIDAK!

darimana kau bisa bilang kalau dia tidak kalah?
otak: lihatlah dengan jelas. kau bahkan tadi bisa dengan jelas melihat dari bingkai ini pucuk-pucuk daunnya yang mulai terselimuti lapisan es. masakan kau tidak bisa melihat bahwa dia masih bisa berdiri dengan tegarnya. lihatlah, tidak 1 inchi pun dia tergeser dari tempatnya.
lihat.lihatlah dia.

ah, sedingin apapun bayu pencuri harapan yang bertiup tetap tak bisa menggeser pohon, juga tak bisa menghentikan hangatnya darah yang mengalir dari hati yang terpanah.
darah itu tetap mengalir.

apakah yang akan terjadi denganmu hati yang terpanah?
akankah kau mati karena kehabisan darah?
akankah kau mati karena pendarahan internal?
akankah kau mati karena karat mata panah itu?
akankah kau mati karena panah itu dicabut dengan paksa oleh pemanah yang masih ada diluar sana?

akankah kau bertahan dengan semua yang terjadi diluar sana?

dari dalam rumah, aku dan otak hanya dapat berputar dan melihat.

andai ada sesuatu yang dapat aku dan otak lakukan.

andai aku dan otak dapat menghentikan waktu, setidaknya kau tidak lagi menderita dalam kurungan sang jam.

andai aku dan otak dapat menghalau bayu pencuri harapan untuk bertiup, setidaknya aku dan otak dapat berputar lebih baik untuk menemukan caranya.

andai aku dan otak tidak pernah mengijinkan kau keluar di hamparan hijau itu...
kau tak akan bertemu dengan pemanah...
kau tak akan jadi terpanah...


sora mengamat-ngamati dari tempatnya. betapa segala sesuatu tidak pernah ada yang luput dari pandangannya.
dia melihat semuanya itu. dia juga dapat merasakan semuanya itu.
tapi tak ada satu patah pun kata yang keluar darinya kali ini.

dia hanya diam dalam keheningan yang aneh.

dengar....
dengarkanlah bunyi dalam keheningan...

tik.. tik.. tik.. (bunyi waktu yang berjalan)
tik.. tik.. tik.. (bunyi tetesan darah dari hati)
tik.. tik.. tik.. (bunyi tangisan rain)
tik.. tik.. tik.. (bunyi tetesan es dari pucuk-pucuk daun pohon)
tik.. tik.. tik.. (bunyi aku dan otak menghitung putaran)

lalu semuanya DIAM.....

Tuesday, March 16, 2010

ketika hati yang terpanah bernyanyi

What do you get when you fall in love?
A guy with a pin to burst your bubble
That's what you get for all your trouble.
I'll never fall in love again.
I'll never fall in love again.

What do you get when you kiss a guy?
You get enough germs to catch pneumonia.
After you do, he'll never phone you.
I'll never fall in love again.
I'll never fall in love again.

Don't tell me what is all about,
'Cause I've been there and I'm glad I'm out,
Out of those chains, those chains that bind you
That is why I'm here to remind you

What do you get when you fall in love?
You get enough tears to fill an ocean
That's what you get for your devotion.
I'll never fall in love again.
I'll never fall in love again.

What do you get when you fall in love?
You only get lies and pain and sorrow.
So, for at least until tomorrow,
I'll never fall in love again!
I'll never fall in love again!
Don't tell me what it's all about
`Cause I've been there and I'm glad I'm out
Out of those chains, those chains that bind you
That is why I'm here to remind you. (here to mind you) 3x
What do you get when you fall in love?
You only get lies and pain and sorrow
So, for at least, until tomorrow
I'll never fall in love again
Oh, I'll never fall in love again

*song by Burt Bacharach and Hal David

apakah kalian pernah mendengarkan hati-hati yang terpanah itu bernyanyi?
aku pernah. lagu mereka unik sekali.bermacam-macam irama,kata-kata,rythm.
ah, betapa aku sangat menikmati nyanyian mereka.

mungkin hati yang terpanah satu dipanah oleh cupid.soalnya dia bernyanyi
demikian.

lagu dengan lirik sederhana.
alunan musik ringan, tanpa unsur sedih merana, kecewa terluka,
marah meradang.

kalau kau dapat mendengar dia bernyanyi, tak akan kau temukan semuanya
itu dalam lagunya.

namun, ini bukan ttg lagu cinta. ini lagu patah hati. lihat saja kata-katanya.

betapa aku sangat mengagumi lagu-lagu yang dinyanyikan dari jaman lalu.
roman tidak picisan.
patah hati tidak dendam. semua itu terasa tulus.
otak dan aku bertanya pada po, karena dia yang paling dekat dengan
hati-hati yang terpanah itu.

kami ingin tau apa pendapat po. po bilang, yah memang itu kekuatan
hati-hati yang terpanah,
walau tidak semua hati yang terpanah seperti itu.
hanya hati-hati terpanah yang bijaklah yang mampu melihat jauh dari sekedar
genangan merah di bawah mereka.


mereka perlu memperhatikan sora. sora selalu memberikan segalanya.
hujan ketika semua terasa gersang.
cahaya ketika gelap. sinar ketika dingin.

kalau semua hati-hati yang terpanah bisa selalu melihat kepada sora,
maka mereka akan menyanyikan lagu dari jaman lalu. lagu-lagu yang
tak lekang oleh waktu.

ketika mereka melihat pada sora, seringkali tanpa sadar mereka dapat
bertabrakan dan berkenalan satu sama lain.
hal ini jarang dilakukan oleh hati-hati terpanah yang hanya terpaku pada
genangan merah dibawah itu.


tanpa sadar mereka dapat berjalan bersama. seperti yang pernah kau
lihat kemarin.
ada hati-hati terpanah yang berjalan bersama, saling berpunggungan
supaya dapat berdiri.
yah, itulah salah satu kegiatan para hati-hati terpanah yang dapat ku
ceritakan pada kalian kali ini.


lain kali kalau kalian datang kembali akan ku ceritakan apa yang
telah kulihat di masa lalu.


ah, hari ini aku dan otak mendapat cerita yang menarik.
setidaknya akhirnya kami tau,
bahwa dibalik genangan merah itu, ada geliat kehidupan.

sedikit demi sedikit kami menjadi semakin tertarik untuk keluar
dan melihat-lihat.

setiap kami memutuskan keluar, selalu ada sesuatu yang lebih
baik yang kami temui.


bagi kami yang terpenting sekarang adalah para hati yang terpanah itu.
kami tidak peduli pada pemanah atau kenapa mereka memanah,dan sebagainya.

dulu kami sangat penasaran dengan semuanya, tapi sekarang bagi
kami tidak menarik lagi.
hati-hati yang terpanah itu lebih banyak menyimpan cerita dan pengetahuan,
hikmat dan bijaksana.

kami lebih senang dengan itu. kami harap kalian jg mau mampir
untuk mendengarkan mereka bernyanyi...